bolehbeli, boleh tidak, yang mau beli silakan C. Lokasi strategis, jual rumah dan tanah harga silakan berdamai yang tidak berminat tidak apa-apa Yang berminat hubungi kami di 085267682043 D. Dijual rumah dan tanah Lokasi strategis Jln. Cendrawasih No. 26 RT 3 Bengkulu, luas 595 m2 Hrg. damai. Hub. 085267682043 44. Bacalah bagian resensi Padatransfusi paket sel darah merah yang terakhir, penderita menderita panas, nyeri uluhati dan penurunan tekanan darah (hipotensi). Transfusi di hentikan dan diketahui terjadi kesalahan matching golongan darah. Seorang relasi anda berkonsultasi mengenai kelainan yang terjadi pada isterinya usia 34 tahun. Keluhan yang dirasakan adalah Talasemia Jenis Kelainan Darah yang Kerap Alami. Ini merupakan kelainan darah yang diturunkan. Kelainan terjadi akibat mutasi gen sehingga mengganggu produksi hemoglobin yang normal. Bila sel-sel darah tidak memiliki cukup hemoglobin, oksigen tidak dapat dialirkan ke seluruh bagian tubuh. Akibatnya, organ-organ tidak dapat berfungsi dengan baik. Pernyataanyang tepat tentang transfusi darah agar tidak terjadi penggumpalan darah pada resipien adalah Pernyataan yang tepat tentang transfusi darah agar tidak terjadi penggumpalan darah pada resipien adalah resipien yang memiliki golongan darah A dapat menerima darah dari golongan A dan AB. bantuin jawab dong banyak tugas nih - Brainly.co.id D plasma darah. Kunci Jawaban A. 4. Pernyataan yang tepat tentang transfusi darah agar tidak terjadi penggumpalan darah pada resipien adalah . A. resipien yang memiliki golongan darah A dapat menerima darah dari golongan A dan AB. B. resipien yang memiliki golongan darah B dapat menerima darah dari golongan B dan AB Jikaini berlaku, pesakit tidak dapat claim ke atas insurans ( jika ada ) / SOCSO sekali pun AIDS Akibat Transfusi Darah 21 Maksimum jumlah pesakit yang boleh berada di dalam Perkhidmatan Pergigian pada satu-satu masa adalah DIHADKAN KEPADA 15 ORANG sahaja Maksimum jumlah pesakit yang boleh berada di dalam Perkhidmatan Pergigian pada satu-satu Hambatantersebut bisa saja berupa ekonomi (sebagai konsekuensi dari sistem pembayaran out of pocket dan pembiayaan publik yang tidak memadai), geografi (pelayanan kesehatan tidak tersedia untuk masyarakat), epidemiologi (paket pelayanan kesehatan tidak sesuai dengan kebutuhan penduduk) atau budaya (pelayanan atau SDM yang memberikan pelayanan Berikan informasi yang tepat tentang kebutuhan nutrisi dan bagaimana memenuhinya. /Ht, Na+ albumin dan waktu pembekuan. • Kolaborasikan pemberian cairan intravena sesuai terapi. • Atur kemungkinan transfusi darah Diposting oleh Mursada di 07.43 Tidak ada Agar tidak terjadi cedera pada pasien - Berikan analgesik sebelum memulai Sebelumtransfusi darah, atau pasien yang membutuhkan pengobatan tertentu. Diposting oleh Unknown di Merupakan pernyataan tentang masalah yang diduga masih memerlukan data tambahan dengan harapan masih diperlukan untuk memastikan adanya tanda dan gejala utama adanya faktor resiko. Jangan menulis pernyataan yang tidak bijaksana secara hukum. 25UJIAN DIMULAI UJIAN SELESAI Latihan Ujian Kompetensi Dokter 6 Selamat Datang di Latihan Soal Ujian Kompetensi Dokter 6 Latihan ujian akan berlangsung selama 150 menit Jumlah soal yang diujikan 150 buah Selamat Ujian 1 / 150 Seorang laki-laki usia 62 tahun datang ke poli paru dengan keluhan sesak napas dan batuk kering sejak 7 [] Zu5aR. Transfusi darah adalah prosedur untuk menyalurkan darah kepada orang yang membutuhkannya, misalnya yang mengalami perdarahan hebat atau menderita kurang darah anemia. Komponen darah yang diberikan bisa seluruhnya atau sebagian, seperti trombosit atau plasma. Transfusi darah diutamakan pada pasien yang mengalami perdarahan akibat cedera, komplikasi operasi besar, atau penyakit kritis. Darah akan diberikan melalui infus di lengan. Darah yang ditransfusikan bisa dalam bentuk utuh whole blood atau hanya mengandung salah satu komponen darah, seperti Sel darah merah packed red cell/PRC Sel darah merah menjadi komponen darah yang paling sering ditransfusikan. Fungsi sel darah merah adalah mengalirkan oksigen dari jantung ke seluruh tubuh, serta membuang karbon dioksida. Trombosit thrombocyte concentrates/TC Trombosit berperan dalam menghentikan perdarahan. Faktor pembekuan cryoprecipitate Sama seperti trombosit, faktor pembekuan berperan dalam menghentikan perdarahan. Plasma darah fresh frozen plasma/FFP Plasma darah merupakan komponen cair pada darah, yang mengandung faktor pembekuan, protein, vitamin, kalsium, natrium, kalium, serta hormon. Tujuan dan Indikasi Transfusi Darah Transfusi darah diberikan bila pasien mengalami kekurangan salah satu atau seluruh komponen darah. Berikut adalah penjelasannya Transfusi sel darah merah atau PRC Anemia merupakan salah satu kondisi yang mendasari pasien perlu diberikan PRC. Penyakit atau kondisi yang dapat menyebabkan anemia sehingga membutuhkan transfusi sel darah merah adalah perdarahan atau thalasemia. Transfusi trombosit dan cryoprecipitate Transfusi trombosit dan cryoprecipitate dapat dilakukan pada pasien gangguan pembekuan darah, seperti kekurangan trombosit trombositopenia yang parah, atau disseminated intravascular coagulation DIC Transfusi FFP Transfusi FFP dibutuhkan oleh pasien yang mengalami infeksi berat, penyakit liver, atau luka bakar parah. FFP juga berisi faktor pembekuan sehingga dapat diberikan pada beberapa kasus perdarahan dan DIC. Peringatan dan Larangan Transfusi Darah Tidak ada larangan khusus pada tansfusi darah. Akan tetapi, dokter akan memberikan transfusi darah dengan hati-hati pada pasien gagal jantung, penumpukan cairan di dalam paru-paru edema paru, pernah mengalami alergi parah, dan hemokromatosis. Sebelum Transfusi Darah Sebelum transfusi darah, dokter akan menanyakan riwayat alergi dan transfusi sebelumnya, serta riwayat penyakit pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital, seperti tekanan darah dan denyut jantung. Setelah itu, dokter akan melakukan cek golongan darah. Dokter akan memberikan transfusi darah sesuai dengan golongan darah A, B, O, atau AB, serta rhesus pasien positif atau negatif. Dokter juga akan meminta pasien atau pendamping pasien untuk menandatangani lembar persetujuan tindakan informed consent transfusi darah. Prosedur Transfusi Darah Waktu yang diperlukan untuk transfusi darah dapat berbeda-beda, tergantung pada kondisi pasien dan jumlah darah yang hilang. Secara umum, proses transfusi darah dapat berlangsung selama 1–4 jam, atau bisa lebih cepat. Tahap-tahap yang dilakukan oleh dokter pada proses transfusi darah antara lain Meminta pasien untuk berbaring di tempat tidur Memasang infus di lengan pasien dan menghubungkan selang infusnya dengan kantung darah Menemani dan memantau pasien selama 15−30 menit pertama transfusi, untuk memastikan pasien tidak mengalami reaksi alergi Selama proses transfusi berlangsung, dokter akan memeriksa kondisi pasien secara berkala, termasuk memantau suhu tubuh, tekanan darah, dan detak jantung. Setelah Transfusi Darah Usai transfusi darah, dokter akan melepaskan selang yang sebelumnya dimasukkan ke pembuluh darah di lengan. Lengan tempat dimasukkannya jarum mungkin akan terasa nyeri dan tampak memar. Namun, keluhan tersebut umumnya hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Efek Samping dan Komplikasi Transfusi Darah Meski jarang terjadi, transfusi darah dapat menimbulkan sejumlah efek samping berikut 1. Demam Demam bisa terjadi ketika transfusi darah berlangsung atau beberapa hari setelahnya. Demam merupakan bentuk respons alami tubuh terhadap sel darah putih dari pendonor yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini bisa ditangani dengan pemberian obat pereda demam. 2. Reaksi alergi Reaksi alergi yang timbul dapat berupa gatal-gatal, nyeri dada atau punggung, sulit bernapas, demam, mengigil, kemerahan di kulit, denyut jantung cepat, tekanan darah turun, dan mual. Jika reaksi alergi muncul saat transfusi darah berlangsung, dokter akan menghentikannya dan mengobati pasien. Selanjutnya, tergantung kondisi pasien, dokter akan mempertimbangkan apakah transfusi bisa dilanjutkan kembali atau harus diganti. 3. Anafilaksis Anafilaksis merupakan reaksi alergi yang berbahaya. Reaksi ini dapat muncul beberapa menit setelah transfusi darah dimulai, yang ditandai dengan pembengkakan di wajah dan tenggorokan, sesak napas, linglung, serta tekanan darah rendah. 4. Kelebihan zat besi Terlalu banyak jumlah darah yang ditransfusikan bisa menyebabkan kelebihan zat besi. Kondisi ini umumnya dialami penderita thalasemia yang sering membutuhkan transfusi darah. Kelebihan zat besi bisa mengakibatkan kerusakan organ, seperti jantung dan hati. 5. Cedera paru-paru Walaupun jarang, transfusi darah bisa merusak paru-paru. Kondisi yang juga disebut transfusion-related lung injury TRALI ini umumnya terjadi 2−4 jam setelah pasien menerima transfusi darah. 6. Kelebihan cairan akibat transfusi darah transfusion-associated circulatory overload Kondisi ini sering terjadi pada pasien yang memang sudah menderita gagal jantung dan gagal ginjal stadium akhir. Gejalanya berupa sesak napas parah dan pembengkakan di tungkai yang bisa timbul 6−12 jam setelah menerima transfusi. 7. Infeksi Penyakit infeksi, seperti HIV, hepatitis B, atau hepatitis C, dapat ditularkan melalui transfusi darah. Namun, komplikasi ini sangat jarang terjadi karena darah yang didonorkan sudah diperiksa terlebih dahulu. 8. Penyakit graft versus host Pada kondisi ini, sel darah putih yang ditransfusikan akan berbalik menyerang jaringan penerima. Penyakit ini tergolong fatal dan berisiko menyerang orang dengan daya tahan tubuh lemah, seperti penderita penyakit autoimun, leukemia, atau limfoma. 9. Acute immune hemolytic reaction Ketika darah yang diterima pasien tidak cocok, sistem kekebalan tubuh pasien akan menghancurkan sel darah yang ditransfusikan. Proses hancurnya sel darah ini disebut hemolisis. Pada kondisi ini, sel-sel darah yang sudah hancur akan melepaskan senyawa yang membahayakan ginjal. 10. Delayed immune hemolytic reaction Kondisi ini mirip dengan acute immune hemolytic reaction, hanya saja reaksinya lebih lambat, yaitu 1–4 minggu setelah transfusi. Reaksi tersebut dapat menurunkan jumlah sel darah secara perlahan sehingga penderita sering kali tidak menyadari gejalanya. Reaksi berupa pemecahan sel darah hemolisis, baik yang akut maupun tertunda delayed, lebih sering terjadi pada pasien yang pernah menerima transfusi darah sebelumnya. Segera ke dokter jika selama atau setelah menerima transfusi darah muncul gejala-gejala berikut Nyeri dada, sesak napas, atau timbul mengi Sakit kepala parah, mual, dan muntah Ruam atau biduran, serta bengkak di bibir, kelopak mata, atau lidah Demam tinggi Keringat dingin Urine berwarna gelap atau merah Perdarahan, nyeri, dan memar parah pada lengan yang diinfus Sakit pinggang yang parah Pernyataan yang tepat tentang transfusi darah agar tidak terjadi penggumpalan darah pada resipien adalah..a. resipien yang memiliki golongan darah Ab dapat menerima darah dari golongan A dan ABb. resipien yang memiliki golongan darah B dapat menerima darah dari golongan B dan AB c. resipien yang memiliki golongan darah AB dapat menerima darah dari semua golongand. resipien yang memiliki golongan darah O dapat menerima darah dari golongan O dan AB Dhafi Quiz Find Answers To Your Multiple Choice Questions MCQ Easily at with Accurate Answer. >> Ini adalah Daftar Pilihan Jawaban yang Tersedia resipien yang memiliki golongan darah A dapat menerima darah dari golongan A dan AB resipien yang memiliki golongan darah B dapat menerima darah dari golongan B dan AB resipien yang memiliki golongan darah AB dapat menerima darah dari semua golonganresipien yang memiliki golongan darah O dapat menerima darah dari golongan O dan AB Jawaban terbaik adalah C. resipien yang memiliki golongan darah AB dapat menerima darah dari semua golongan. Dilansir dari guru Pembuat kuis di seluruh dunia. Jawaban yang benar untuk Pertanyaan ❝Pernyataan yang tepat tentang transfusi darah agar tidak terjadi penggumpalan darah pada resipien adalah ....❞ Adalah C. resipien yang memiliki golongan darah AB dapat menerima darah dari semua Menyarankan Anda untuk membaca pertanyaan dan jawaban berikutnya, Yaitu Oksigen dalam darah akan diangkut oleh .... dengan jawaban yang sangat akurat. Klik Untuk Melihat Jawaban Apa itu Kuis Dhafi Merupakan situs pendidikan pembelajaran online untuk memberikan bantuan dan wawasan kepada siswa yang sedang dalam tahap pembelajaran. mereka akan dapat dengan mudah menemukan jawaban atas pertanyaan di sekolah. Kami berusaha untuk menerbitkan kuis Ensiklopedia yang bermanfaat bagi siswa. Semua fasilitas di sini 100% Gratis untuk kamu. Semoga Situs Kami Bisa Bermanfaat Bagi kamu. Terima kasih telah berkunjung. 4. Pernyataan yang tepat tentang transfusi darah agar tidak terjadi penggumpalan darah pada resipien adalah.... C. Resipien yg memiliki golongan darah AB dapat menerima darah dari semua golongan Pembahasan Golongan darah sistem ABO ini didasarkan pada adanya antigen dalam sel darah merah eritrosit. Orang dengan golongan darah A memiliki antigen A, sedangkan pemilik darah B memiliki antigen B, dan orang dengan golongan AB memiliki kedua jenis antigen. Sebaliknya, pemilik golongan darah O tidak memiliki antigen apapun. Pemilik golongan darah A dan B masing, masing hanya dapat menerima dari golongannya, atau golongan darah O. Pemilik golongan darah AB dapat menerima semua golongan darah. Pemilik golongan darah O hanya dapat menerima dari golongan darah O. 6. Perhatikan kelainan kelainan berikut. 1Hipertensi 2Hipotensi 3Buta warna 4arteriole 5anemia 6stroke Yang merupakan gangguan yang terjadi pada sistem peredaran darah terdapat pada nomor.... D.1 2 5 dan 6 Pembahasan Hipertensi adalah tekanan darah yang terlalu tinggi, Hipotensi adalah tekanan darah yang terlalu rendah, anemia adalah kondisi dimana sel darah merah eritrosit terlalu rendah, dan stroke terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah. 7. Urutan peredaran darah yang benar adalah..... tubuh-serambi kanan-bilik kanan-paru-paru-serambi kiri-bilik kiri-seluruh tubuh PembahasanJantung manusia memiliki 4 bagian yaitu 1. atrium serambi kanan menerima darah kotor dari tubuh 2. atrium serambi kiri menerima darah bersih dari paru-paru 3. ventrikel bilik kanan memompa darah kotor keluar melalui menuju paru-paru 4. ventrikel bilik kiri memompa darah bersih keluar melalui aorta menuju keseluruh tubuh Pelajari lebih lanjut Zat yg menentukan golongan darah manusia adalah… Kode Kelas XI Mata pelajaran Biologi Materi Bab 5 - Sistem Peredaran Darah kunci Penyakit Sistem Peredaran Darah, Golongan Darah Ilustrasi Kunci Jawaban IPA SMP Kelas 8 Semester 1 Halaman 283, 284, 285, Sistem Peredaran Darah Manusia /pressfoto Page 2 Ilustrasi Kunci Jawaban IPA SMP Kelas 8 Semester 1 Halaman 283, 284, 285, Sistem Peredaran Darah Manusia /pressfoto Page 3 Ilustrasi Kunci Jawaban IPA SMP Kelas 8 Semester 1 Halaman 283, 284, 285, Sistem Peredaran Darah Manusia /pressfoto Pada transfusi darah, orang yang mendapat darah disebut resipien dan pemberi darah disebut donor. Golongan darah O dapat memberikan darahnya ke semua golongan darah sehingga disebut donor universal. Hal ini terjadi karena sel-sel golongan darah O tidak mengandung kedua aglutinogen sehingga sejumlah kecil dari darah ini dapat ditransfusikan ke hampir setiap resipien tanpa terjadi reaksi aglutinasi dengan cepat. Golongan darah AB disebut resipien universal karena dapat menerima darah dari semua golongan darah. Akan tetapi, transfusi darah sebaiknya dilakukan antargolongan darah yang sama. Sel darah yang diberikan kepada resipien merupakan senyawa protein. Jika tidak sesuai, sel darah tersebut akan bersifat sebagai antigen sehingga sel darah akan digumpalkan atau mengalami aglutinasi. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C. apa hasil daur ulang limbah keras pelat pelat dari potongan-potongan logam?Prakarya​ apa itu hewan herbivora?note liat jawaban gw banyak,dihapus mulu yak=_= moderator kek gk ad salah jawab gw ad jalannya dihapus ​ tolong di jawab dengan benar kak​ tolong bantuanya kak​ quizzzzzzsebutkan hewan omnivoraNote makasih banyak ya Korang semua dah follow Neiko... party 75 followers...​ A. i dan iii B. i dan iv C. ii dan iii D. iii dan iv​ A. 0,5 Hz dan 2,5 cm B. 0,5 Hz dan 2 cm C. 2 Hz dan 2 cm D. 2 Hz dan 2,5 cm​ Suatu lembah yang dalam di bumi, teriakan seorang siswa terdengar bergema. Di lembah yang sama di bulan, teriakan tersebut tidak terdengar gemanya. Ha … l ini disebabkanA. bulan hanya dapat memantulkan cahaya matahariB. frekuensi teriakan menjadi lebih kecil dari 20 kHzC. percepatan gravitasi bulan sangat rendahD. di bulan hampa udara​ Seutas tali yang panjangnya 100 cm digetarkan selama 10 sekon dan membentuk tiga bukit dan dua lembah. Cepat rambat gelombangnya adalahA. 0, 01 m/sB. … 0, 1 m/sC. 1 m/sD. 10 m/s​ quizzzzzz Apa itu hewan karnivora?Berikan penjelasannyaSebutkan hewan hewan karnivoraNoteSemoga Rara cepet sembuh ya ☺️​ Transfusi darah dilakukan ketika tubuh kekurangan darah, misalnya akibat cedera atau penyakit tertentu. Meski penting dilakukan, transfusi darah juga memiliki risiko. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja manfaat dan risiko transfusi darah. Ketika tubuh kehilangan darah cukup banyak, fungsi jaringan dan organ bisa terganggu akibat asupan oksigen dan nutrisi yang biasanya dibawa oleh sel darah merah berkurang. Oleh karena itu, diperlukan transfusi darah untuk mengatasinya. Transfusi darah umumnya diperoleh dari darah yang didonorkan oleh pendonor yang sehat. Sebelum darah dari pendonor diambil, darah tersebut akan diperiksa untuk memastikannya terbebas dari penyakit. Setelah itu, darah yang sudah didonor akan dipisah komponennya menjadi sel darah merah, sel darah putih, trombosit atau keping darah, dan plasma darah. Meski demikian, terkadang ada juga darah yang diberikan secara utuh. Proses transfusi darah umumnya berlangsung selama 1–4 jam, tergantung pada komposisi darah yang diterima dan banyaknya darah yang diperlukan. Proses transfusi darah juga perlu menyesuaikan golongan darah serta rhesus antara pendonor dan penerima darah. Beragam Manfaat Transfusi Darah Transfusi darah memiliki ragam manfaat. Prosedur ini sering kali diperlukan untuk mengatasi berbagai penyakit atau kondisi medis tertentu, antara lain 1. Perdarahan Orang yang mengalami perdarahan berat biasanya membutuhkan transfusi darah untuk mengganti darah yang hilang dari tubuhnya. Jika tidak segera mendapatkan tambahan cairan dan darah, ia bisa mengalami komplikasi berupa syok, bahkan kematian. Ada banyak kondisi yang bisa menyebabkan perdarahan berat dan membutuhkan transfusi darah, seperti perdarahan postpartum, perdarahan berat pascaoperasi, cedera atau luka berat, dan pecahnya varises esofagus. 2. Anemia Transfusi sel darah merah umumnya diperlukan untuk menangani kondisi anemia berat, baik karena anemia defisiensi besi atau anemia aplastik. Anemia merupakan penyakit kurang darah karena tubuh kekurangan hemoglobin, yaitu protein yang berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Penderita anemia biasanya akan membutuhkan transfusi darah ketika jumlah hemoglobinnya sudah terlalu rendah atau kurang dari 8 g/dLperdarahan. 3. Kelainan darah Penderita kelainan darah, misalnya hemofilia, atau pasien yang menjalani transplantasi sel punca biasanya lebih rentan mengalami kekurangan darah. Oleh karena itu, transfusi darah sering kali dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut. 4. Thalasemia Thalasemia adalah kelainan yang membuat hemoglobin dalam sel darah merah lebih cepat dihancurkan, sehingga tidak dapat mengangkut oksigen dengan baik. Kondisi yang disebabkan oleh kelainan genetik ini sering kali akan membuat penderitanya mengalami anemia. Untuk menambah asupan darah yang kurang, penderita thalasemia biasanya membutuhkan transfusi darah secara rutin. 5. Infeksi dan luka bakar Transfusi plasma darah juga diperlukan sebagai penanganan pada orang yang mengalami luka bakar parah atau luas. Pada kasus tertentu, transfusi darah juga perlu dilakukan terhadap penderita infeksi berat atau sepsis karena penderitanya sering mengalami anemia. 6. Kanker Beberapa jenis kanker, seperti kanker darah dan limfoma, bisa merusak dan mengurangi jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Oleh karena itu, transfusi darah umumnya akan dilakukan untuk mencukupi kebutuhan darah pada penderita kanker darah leukimia. 7. Gagal hati atau ginjal Penderita gangguan fungsi hati berat atau gagal hati berisiko tinggi mengalami gangguan perdarahan dan anemia. Untuk menangani kondisi tersebut, dokter akan memberikan transfusi darah. Kelainan darah pada penderita gagal hati biasanya bisa diatasi dengan transplantasi hati. Transfusi darah juga umumnya diperlukan oleh penderita gagal ginjal berat yang tubuhnya tidak bisa lagi menghasilkan sel darah merah dengan cukup. Kondisi ini biasanya dikarenakan kondisi gagal ginjal yang sudah menyebabkan tubuh kekurangan hormon penghasil darah yang disebut eritropoietin. 8. COVID-19 Berbagai riset sejauh ini juga menyebutkan bahwa pemberian plasma darah dari penyintas COVID-19 bisa mengobati pasien yang terinfeksi virus Corona, khususnya yang mengalami gejala berat. Tranfusi jenis ini disebut terapi plasma konvalesen. Berbagai Risiko Transfusi Darah Meski bermanfaat untuk menangani kondisi atau penyakit tertentu, transfusi darah terkadang juga bisa menimbulkan risiko atau efek samping. Risiko ini bisa bersifat ringan, tetapi bisa cukup berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa. Berikut ini adalah beberapa risiko transfusi darah 1. Demam Reaksi demam bisa terjadi dalam beberapa jam setelah seseorang mendapatkan transfusi darah. Hal ini cukup umum terjadi dan tidak selalu berbahaya. Namun, reaksi demam setelah transfusi darah bisa saja berbahaya apabila disertai gejala lain, seperti nyeri dada, sesak napas, pingsan, atau koma. Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan medis secepatnya oleh dokter. 2. Alergi Orang yang menerima transfusi darah bisa saja mengalami reaksi alergi terhadap protein atau zat tertentu yang terdapat di dalam darah pendonor. Gejala alergi yang muncul umumnya adalah kulit tampak kemerahan, bengkak, dan gatal-gatal. 3. Infeksi Darah yang diberikan untuk tranfusi idealnya harus dalam kualitas baik dan tidak mengandung virus, kuman, atau parasit tertentu, seperti malaria, HIV dan hepatitis B. Untuk memastikannya, darah pendonor akan diperiksa apakah terdapat kuman atau virus penyebab penyakit tersebut. Jika dinyatakan aman dan bebas dari penyakit, darahnya bisa digunakan untuk transfusi. Meski demikian, terkadang pemeriksaan tersebut tidak mampu mendeteksi penyakit dengan akurat, sehingga penerima darah bisa saja tertular HIV atau hepatitis B. Akan tetapi, risiko ini tergolong kecil. 4. Kelebihan cairan Transfusi darah bisa menyebabkan tubuh kelebihan cairan, sehingga terjadi penumpukan cairan di organ atau jaringan tubuh. Kondisi ini bisa berbahaya bila sampai menyebabkan pembengkakan atau edema paru. Orang yang mengalami kondisi ini bisa mengalami gejala berupa sesak napas, lemas, hingga nyeri dada. 5. Kelebihan zat besi Transfusi darah dapat menyebabkan tubuh kelebihan zat besi dalam darah, terutama jika darah yang diberikan jumlahnya sangat banyak. Hal ini dapat berdampak buruk pada organ tertentu, seperti hati dan jantung. 6. Penyakit graft-versus-host Penyakit graft-versus-host dapat terjadi akibat sel darah putih yang diterima dari darah pendonor menyerang jaringan tubuh penerima darah, seperti sumsum tulang. Komplikasi ini dapat terjadi akibat penerima darah memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Transfusi darah bisa bermanfaat sebagai pengobatan suatu penyakit atau untuk mengatasi kondisi yang mengancam nyawa, tetapi prosedur ini juga bisa menimbulkan beberapa risiko. Meski begitu, sebelum memutuskan untuk menganjurkan tindakan ini, dokter sudah mempertimbangkan manfaat dan risiko transfusi darah untuk Anda. Bila Anda mengalami keluhan setelah menerima transfusi darah, misalnya demam atau muncul reaksi alergi, segera periksakan diri ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.