Nah jadi bisa dikatakan bahwa fungsi dari filter ini adalah sebagai pengurang intensitas cahaya tanpa mengubah karakter cahaya yang masuk ke dalam kamera. Selain itu, biasa juga digunakan untuk melakukan pemotretan di tengah panasnya terik matahari. Jadi, sangat berguna sekali digunakan pada pemotretan di siang hari. 3. Filter Graduated ND KameraMedium Format, mirip dengan kamera SLR namun dengan ukuran film yang lebih besar. Kamera jenis ini biasanya digunakan untuk pemotretan benda tidak bergerak ( still life) Kamera Large Format, ukuran lebih besar dibanding kamera Medium Format sehingga kualitasnya pun lebih bagus. Kameraini cara kerjanya mirip dengan SLR namun dengan ukuran film yang digunakan lebih besar yaitu 120 mm, dengan ukuran film tersebut maka pembesaran yang dihasilkan akan lebih baik dari pada menggunakan film 35 mm. Kamera ini biasanya digunakan pada pemotretan Still Life (benda tidak bergerak), model, ataupun untuk keperluan keperluan bisnis Kameraini menggunakan rol film untuk memotret gambar. Kamera film 135 (35mm, full frame) merupakan yang paling umum digunakan dan memiliki ukuran body yang lebih kecil dibanding kamera film lainnya. Kamera film 135 memiliki beberapa jenis, seperti rangefinder, kamera compact, dan SLR. 5Tips Belajar Foto Still Life Hobi fotografi tidak melulu perlu traveling atau ke event tertentu. Didalam rumah atau sekitar rumah juga bisa. Jenis fotografi yang bisa dipraktekan adalah still life. Jenis fotografi ini tidak terikat dengan tempat dan waktu Dijenis fotografi ini, fotografer dapat mengatur posisi objek atau sekelompok objek, latar belakangnya dan mengatur pencahayaannya dengan bebas.Still-life fotografi lebih dari sekadar menangkap suasana/moment yang ada pada saat pemotretan, melainkan menciptakan sebuah gambar yang menarik. Berikutini adalah beberapa tips sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan foto still life yang keren dan menakjubkan. 1. Buatlah Persiapan Yang Matang. Kamu tidak memerlukan sebuah studio atau lokasi yang mewah untuk membuat awal yang luar biasa dengan still-life photo kamu. Kamu dapat memulainya dengan hanya menggunakan ruang kameraini cara kerjanya mirip dengan slr namun dengan ukuran film yang digunakan lebih besar yaitu 120 mm, dengan ukuran film tersebut maka pembesaran yang dihasilkan akan lebih baik dari pada menggunakan film 35 mm. kamera ini biasanya digunakan pada pemotretan still life (benda tidak bergerak), model, ataupun untuk keperluan keperluan bisnis OHXhWFc. Dalam perkembangannya kamera memiliki banyak perubahan baik dari segi bentuk maupun kemampuan yang dimilikinya. Pada Saat ini kamera dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu kamera analog dan kamera digital. Kamera analog mengambil gambar dari cahaya yang ditangkap lensa, kemudian menyimpan hasilnya pada negative film. Pada kamera digital terdapat perangkat sensor yang digunakan sebagai penangkap gambar CCD Charged Coupled Device dan CMOS Complementary Metal Oxide lebih dari jutaan pixel picture element. Sensor yang dimaksud adalah suatu chip yang terletak tepat di belakang lensa. Semakin banyak jumlah pixel pada sensor, maka gambar yang dihasilkan akan semakin detail. Sensor yang banyak dipakai oleh produsen berupa semikonduktor dengan nama CCD charged-couple device semiconductor dan CMOS complementary metal-oxide semiconductor. Kualitas maupun ukuran dari sensor ini salah satu dari faktor penting yang mempengaruhi kualitas dari gambar yang akan dihasilkan. Media penyimpanan data digital gambar pada kamera digital terpisah dengan media penangkap cahaya. Media penyimpanannya biasa disebut memori memiliki berbagai macam jenis bergantung dari produsen pembuat kamera. Media penyimpan yang umum digunakan adalah tipe-tipe Compact FlashCF, Secure DigitalSD, Multi Media Card MMC, Memory Stick MS dan XD. Baca Juga Cara Menggunakan Kamera dan Prinsip Kerja Kamera dalam Multimedia Pada Saat ini terdapat banyak beredar kamera digital dari banyak produsen kamera, dengan kemampuan baik dari jumlah pixel, kapasitas memori, dan fiturfitur tambahan lainnya. Secara umum kamera dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain 1 Kamera Pocket Kamera pocket atau biasa disebut juga kamera saku, karena memiliki ukuran yang kecil dan mudah dibawa ke mana-mana serta sangat praktis dan mudah digunakan karena tidak perlu melakukan pengaturan apapun dan yang paling penting yaitu fotonya pasti jadi karena semuanya sudah diatur oleh kamera. Jadi dalam hal ini sang fotografer tidak perlu ikut campur masalah teknis kamera, pokoknya bidik dan jepret point and shoot. Namun pada saat ini kamera pocket telah cukup berkembang dengan berbagai macam fasilitas seperti lensa zoom. 2 Kamera SLR Kamera SLR Single Lens Reflex atau Cermin Lensa Tunggal, kamera ini disebut SLR karena cara kerja kamera ini yaitu pembidikannya dipantulkan melalui prisma dan cermin lalu diteruskan pada lensa utama sehingga tidak terjadi efek paralaks perbedaan bidikan dan hasil gambar yang ditangkap kamera seperti yang terjadi pada kamera jenis range finder. Dengan kamera jenis ini, fotografer harus menentukan kecepatan shutter speed kecepatan rana, aperture bukaan diafragma serta fokus, maka di sini fotografer adalah si penentu kualitas foto, apakah jadi kabur tidak karuan atau lebih indah dari aslinya. Dengan kamera SLR sang fotografer dapat berkreasi sebebasbebasnya dengan membuat efek-efek tertentu dengan cara membuat kombinasi yang berbeda antara shutter speed dan aperture. Selain itu, kamera SLR sangat banyak asesorisnya seperti berbagai jenis lensa, filter dan lain-lain. Dengan berkembangnya teknologi di bidang fotografi, maka saat ini kamera SLR juga memliliki kemampuan yang serba otomatis yang menyesuaikan dengan kondisi pencahayaan, seperti fokus otomatis, kecepatan rana otomatis, dan bukaan diafragma otomatis, Namun selain dapat disetel otomatis, kamera tersebut dapat disetel manual. Kamera jenis SLR paling banyak digunakan oleh amatir maupun profesional, selain karena kemampuannya, menggunakan kamera jenis ini menurut mereka lebih menantang mungkin maksudnya lebih ruwet karena harus menyetel ini dan itu. 3 Kamera Range Finder Disebut Kamera Range Finder karena kamera ini pembidikannya secara langsung tanpa melalui lensa utama sama dengan kamera pocket beberapa fasilitasnya mirip dengan kamera SLR, seperti pengaturan diafragma, kecepatan rana, penyetelan fokus serta dapat ditambah asesoris seperti filter dan lain-lain. Kamera jenis ini sekarang sudah tidak populer lagi. 4 Kamera Medium Format Kamera Medium Format memiliki cara kerja yang hampir mirip dengan kamera jenis SLR namun dengan ukuran film yang digunakan lebih besar yaitu 120 mm. Dengan ukuran film tersebut maka pembesaran yang dihasilkan akan lebih baik dari pada menggunakan film 35 mm. Kamera ini biasanya digunakan pada pemotretan Still Life benda tidak bergerak, model, atau pun untuk keperluan keperluan bisnis seperti iklan dan majalah yang membutuhkan hasil gambar yang besar. Baca Juga Sejarah Fotografi dari Tahun ke Tahun Dalam Perkembangan Multimedia 5 Kamera Large Format Kamera Large Format disebut juga View Kamera, seperti pada namanya kamera jenis ini menggunakan film yang lebih besar, yaitu ukuran 4x5 inci atau 8x10 inci. Jika menginginkan hasil cetak ukuran yang sangat besar dengan kualitas yang sangat bagus biasanya menggunakan kamera ini. Kamera ini biasanya hanya digunakan untuk pemotretan yang lebih khusus seperti foto udara dan foto arsitektur dari jarak dekat tanpa menimbulkan distorsi minimal. 6 Kamera Instan kamera instan memiliki kelebihan yaitu kecepatannya dalam menghasilkan gambar. Dengan kamera ini kita tidak perlu repot-repot melakukan proses cuci cetak film, sebab beberapa detik setelah selesai pengambilan gambar, maka hasilnya akan langsung jadi. Namun di samping kelebihan yang dimiliki, kamera inipun memiliki kekurangan. Karena film yang digunakan adalah film instan, yang tentunya tidak memiliki klise, maka hasil pemotretan tidak memungkinkan untuk dicetak ulang. Berbagai macam istilah bidang fotografi memang sangat banyak cabangnya dan semakin digemari oleh para pecinta fotografi. Faktor ketertarikan orang terhadap fotografi seperti Still Life yaitu pemotretan benda mati yang menjadikan foto tersebut nampak lebih hidup atau bermakna. Zaman modern saat ini pemotretan Still Life banyak sekali dilakukan bukan hanya sekedar untuk hobi, akan tetapi kini mengarah kepada pemotretan komersial. Banyak perusahaan membutuhkan jasa fotografer andal untuk mengiklankan produk perusahaan tersebut. Tentunya telah membuka kesempatan yang sangat luas bagi para fotografer untuk mengembangkan kemampuan dan keahlian dalam pengoperasian kamera dan terjun kedalam dunia fotografi komersil. Fotografi menjadi salah satu pilihan terbaik dalam menentukan apakah bergerak dalam bidang fotografi Still Life atau fotografi dokumentasi itu semua kembali kepada para pecinta fotografi. Untuk menjadi fotografer profesional dan dapat menciptakan sebuah visual foto berkualitas untuk dijadikan rekomendasi iklan, tentunya dibutuhkan kepiawaian dalam melakukan berbagai macam teknik pemotretannya, oleh karena itu kemampuan seseorang dalam pengoperasian alat -alat fotografi dan berhubungan dengan pemotretan Still Life dengan sangat terperinci. Hal tersebut dilakukan dari persiapan untuk melakukan pemotretan, yang mencakup pemilihan jenis kamera dan lensa apa saja yang bisa dijadikan referensi untuk pemotretan tersebut,peralatan pendukung,persiapan property, sampai dengan bermain dengan konsep. M. Said Harahap Menurut Paulus Eddison dalam Buku nya Berjudul Sill Life mengatakan membuat foto Still Life bukan sekedar memindahkan objek dalam bentuk asli ke dalam sebuah frame foto, akan tetapi diperlukan pengetahuan dalam memahami arah cahaya. Hal ini sangat penting karena mempersiapkan arah cahaya merupakan awal yang menentukan bagus atau tidak hasil akhir sebuah foto Still Life. Paulus juga menambahkan berbagai macam arah cahaya yang sesuai untuk pemotretan Still Life . namun begitu pun dengan pengambilan engle dan berbagai macam alternative komposisi akan mendapatkan hasil foto yang baik. Artinya pemotretan Still Life tidak bisa asal memotret saja, namun dibutuhkan Teknik khusu agar foto tampil lebih menarik, kunci utama dalam pemotretan Still Life adalah menguasai berbagai Teknik pemotretan dan segala permasalahannya sehingga akhirnya menghasilkan foto Still Life dengan solusi penyelesaiannya beserta Teknik editing yang tepat. Persiapan pemotretan Still Life Pada dasarnya pemotretan Still life tidak berbeda dengan jenis pemotretan yang lainnya seperti modeling, busana, produk dsn sebagainya. Teknisnya dapat dilakukan di dalam ruangan indoor, atau diluar ruangan, fleksibel saja hal ini karena semua kembali lagi pada yang namanya konsep pemotretan. Untuk berbicara masalah konsep ,ada hal yang sangat penting terlebih dahulu untuk dipahami,yaitu mengenal pendukung apa saja yang harus dipersiapkan oleh fotografer. Alat pendukung utama adalah lighting, hal ini sangat lah penting dalam setiap pemotretan Still Life, pada pemotretan sederhana, kita bisa menggunakan bantuan cahaya matahari natural light. Namun pada pemotretan Still Life yang menginginkan efek pencahayaan yang berbeda beda, kita bisa menggunakan cahaya buatan artificial light Keuntungan dari cahaya buatan ini adalah besar kecilnya cahaya dapat dikendalikan sesuai dengan konsep pemotretan. Cahaya alami sinar matahari natural light, Pada pemotretan Still Life cahaya alami dapat diperoleh melalui cahaya sinar matahari, cahaya sinar matahari dapat diperoleh dari luar dan dalam ruangan dengan memanfaatkan cahaya yang masuk melalui jendela atau celah celah lubang dinding lainnya. Memanfaatkan cahaya matahari pada pagi dan sore hari sangat baik untuk pemotretan Still Life, karena jatuhnya cahaya pada waktu yang kita inginkan tersebut sangat lembut Semoga artikel sederhana ini bermanfaat untuk mengisi waktu dirumah saja. * M. Said Harahap, Dosen FISIP UMSU Pengertian Still Life Photography Mengenal Still Life Photography- Teknik foto yang lebih dulu ada dan dikenal yaitu still life atau benda mati. Mengingat dulu untuk mengabadikan sebuah foto membutuhkan benda mati, karena prosesnya yang cukup panjang. Namun, perkembangan zaman dan teknologi yang cukup mendukung, still life tetap saja menjadi teknik fotografi yang tidak pernah terlupakan dan masih banyak diminati. Namun, bedanya saat ini penggunaan kamera dan lensa yang bagus, sehingga still life photography dapat menghasilkan sebuah foto yang cukup menarik. Bahkan, still life photography dengan level tinggi kini cukup menguntungkan dijadikan sebuah bisnis. Biasanya jenis fotografi ini digunakan pada katalog, majalah, situs suatu produk, galeri seni dan lainnya. Meskipun foto still Life banyak yang meremehkan, sebenarnya banyak sekali keuntungannya. Nah, Apakah Anda juga termasuk salah satu orang yang berminat mempelajari still life Photography? Mari simak ulasan ini. Apa Itu Still Life Photography?Jenis Foto Still Life1. Still Life Murni2. Still Life UmumStill Life Dengan Teknik yang Bagus1. Di Atas Meja2. Fotografi Produk3. Fotografi Makanan4. Found Object Photography5. Benda-Benda Tua6. Semua Jenis BendaTips Foto Dalam Still Life1. Buat Konsep Foto2. Memilih Objek3. Pencahayaan still life photography lighting Apakah Anda termasuk salah satu orang yang mempunyai hobi fotografi? Untuk menghasilkan sebuah foto yang bagus dan menarik, kita tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk pergi travelling. Pasalnya foto still life bisa dihasilkan di lingkungan sekitar atau bahkan di dalam rumah. Yang mana genre fotografi ini hampir sama dengan jenis fotografi lainnya seperti landscape dan potrait, karena tidak terkait dengan tempat dan waktu. Seorang fotografi pemula pasti masih sangat asing dengan istilah ini. Jika biasanya kita mengambil objek foto hidup, tetapi dengan still life photography kita mengambil foto dari benda mati. Nah, lebih jelasnya still life photography adalah salah satu genre fotografi dengan benda mati sebagai objeknya atau objek tidak bergerak. Untuk membuat foto still life yang bagus, sebagai fotografer harus bisa mengatur pencahayaan yang tepat, mengatur posisi objek dan juga background. Jenis Foto Still Life still life photography ideas Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya jika still life photography merupakan seni foto dengan objek utama benda mati agar terlihat lebih hidup. Nah, untuk untuk memastikan hasil foto still life yang menarik, penting sekali untuk memperhatikan tiga unsur utama yaitu komposisi, properti dan pencahayaan. Nah, selain itu dalam still life juga terdiri dari dua jenis yaitu still life murni dan still life umum. Untuk lebih jelasnya terkait dua jenis still life, berikut ini penjelasannya. 1. Still Life Murni Still life murni membuat seorang fotografer lebih bebas untuk mengambil foto sesuai dengan imajinasinya tanpa adanya batas idealis. 2. Still Life Umum Still life umum membuat seorang fotografer dalam mengambil sebuah foto harus mempunyai batasan tersendiri, misalnya mengabadikan foto sebuah produk. Untuk menghasilkan foto still life terbaik, harus memperhatikan beberapa hal seperti properti, sumber cahaya alami dan komposisi foto. Menjadi fotografer still life harus bisa mengenali karakter benda yang akan di potret. Pasalnya setiap benda yang mempunyai kapasitas yang berbeda untuk bisa mewakili konsep foto yang akan ditampilkan, sehingga butuh penanganan yang berbeda. Baca Juga Apa itu Foto Human Interest Photography? 16 Jenis Teknik Pengambilan Gambar Still Life Dengan Teknik yang Bagus Still Life Dengan Teknik yang Bagus Setelah mengetahui apa saja jenis dari still life photography, pertunjukan untuk mengetahui teknik yang bagus untuk mengambil foto still life. Yang mana terdapat 6 teknik still life yang perlu diketahui. 1. Di Atas Meja Still life photography di atas meja ini yang paling sering dan umum dilakukan. Hal ini wajar setelah terjadi, pasalnya ketika kita ditanya ini terkait fotografi dengan teknik still life maka yang pertama kali terlintas adalah di atas meja. Sedangkan untuk objek foto yang digunakan bisa berupa apapun. Asalkan objek dalam foto tersebut dapat menghasilkan sebuah foto yang cukup menarik dan terlihat seperti hidup. 2. Fotografi Produk Teknik still life dapat dilakukan selanjutnya yaitu fotografi produk. Yang mana biasanya foto produk yang digunakan ini termasuk benda mati. Tujuan utamanya untuk mengabadikan sebuah produk agar dapat digunakan untuk mempromosikan produk dengan cara yang menarik mungkin. Dengan begitu harapannya agar produk tersebut dapat dikenal oleh banyak orang. 3. Fotografi Makanan Fotografi makanan juga menjadi salah satu jenis fotografi dengan teknik yang cukup unik. Pasalnya fotografi makanan merupakan kategori yang masih dalam lingkup still life. Sama halnya dengan fotografi produk, fotografi makanan ini dilakukan dengan tujuan untuk menarik minat banyak orang. Apalagi menggunakan lensa kamera yang bagus, akan menghasilkan foto yang bagus pula. 4. Found Object Photography Found Object Photography merupakan jenis fotografi yang masih termasuk dalam still life. Dalam mengembalikan foto dengan teknik ini, objek yang ditemukan biasanya akan dimodifikasi ataupun diposisikan terlebih dahulu agar terlihat tidak biasa. Misalnya foto dengan produk yang tersusun menjadi bentuk yang lebih artistik dan terlihat lebih menarik. Nah, dengan penataan yang seperti itu dapat menghasilkan sebuah foto yang terlihat lebih hidup. 5. Benda-Benda Tua Benda-benda tua juga bisa menjadi salah satu objek dari still life photography. Yang mana benda ini dapat menghasilkan sebuah foto yang cukup bagus dan memberikan kesan yang lebih menarik. Adapun benda-benda tua yang dapat digunakan seperti buku berdebu, sepatu butut, tas yang sudah mengelupas dan lainnya. 6. Semua Jenis Benda Teknik still life Photography sebenarnya bisa menjadikan sebuah objek untuk difoto. Yang mana teknik fotografi ini dapat menggunakan objek yang sederhana, tetapi untuk hasilnya lebih terjamin bagus. Tips Foto Dalam Still Life Jika Anda berminat untuk menggunakan teknik still life Photography, penting sekali untuk menerapkan beberapa tips yang harus dilakukan agar menghasilkan foto yang baik dan menarik. Nah, sebagaimana berikut ini beberapa tips tersebut. 1. Buat Konsep Foto Jika anda termasuk salah satu fotografer yang terbiasa menunggu kejutan dalam sebuah objek yang di foto, maka penting sekali untuk mencoba membuat konsepnya, mulai dari latar belakangnya. Sehingga pastikan terlebih dahulu membuat konsep foto dengan matang sebelum memutuskan untuk mengambil foto. Selain itu, pastikan juga jika memastikan pasokan menggunakan cahaya matahari yang cukup. Lebih tepatnya tips ini menuntut kita untuk memegang kendali terhadap situasi yang ada dalam memotret sebuah benda. 2. Memilih Objek Memilih objek menjadi tips selanjutnya yang harus dilakukan dengan teknik fotografi still life. Dalam hal ini anda bebas untuk memilih objek manapun. Baik itu objek yang sederhana atau yang unik. Untuk menghasilkan foto dengan teknik ini yang bagus, pastikan jika anda tidak memotret permukaan yang memantul, misalnya kaca atau besi. Hal ini penting untuk dilakukan karena objek yang memantul tidak dapat dikombinasikan dengan bentuk dan warna. 3. Pencahayaan Memastikan pencahayaan yang bagus dengan teknik fotografi still life merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Banyak sekali fasilitas pencarian yang bisa digunakan seperti halnya cahaya matahari, lampu sorot dan lainnya. Sedangkan untuk penempatan cahaya ini bisa di belakang, di samping atau di depan. Still life photography menjadi salah satu teknik fotografi yang mulai dulu hingga sampai saat ini tetap diminati. Pasalnya teknik ini cukup mudah dilakukan dan bisa dilakukan dimanapun. Nah, jika memang Anda berminat menerapkan teknik photography ini, pastikan jika menerapkan tips-tips tersebut. Visited 121 times, 1 visits today